• Minggu, 14 Agustus 2022

McDonald's Tinggalkan Rusia

- Selasa, 17 Mei 2022 | 08:59 WIB
Foto Dokumen: Orang-orang memasuki restoran McDonald's di Moskow, Rusia 24 April 2018. (ANTARA/REUTERS/Tatyana Makeyeva)
Foto Dokumen: Orang-orang memasuki restoran McDonald's di Moskow, Rusia 24 April 2018. (ANTARA/REUTERS/Tatyana Makeyeva)

 

bicaranetwork - McDonald's menjadi salah satu jenama global terbesar yang akan meninggalkan Rusia.

McDonald's berencana untuk menjual semua restorannya setelah beroperasi di negara itu selama lebih dari 30 tahun, menyusul invasi Ukraina. Krisis kemanusiaan dalam perang di Ukraina membuat McDonald's memutuskan mereka tak bisa lagi berbisnis di sana.

Dalam pernyataan resmi, McDonald's mengatakan ini merupakan langkah lanjutan setelah mereka menutup sementara restoran di Rusia dan menunda bisnis di sana.

Baca Juga: Ini Jadwal Indonesia vs Thailand di Semifinal Sepak Bola SEA Games 2021

Setelah dijual, restoran yang baru tak boleh lagi memakai nama, logo, branding dan menu McD. Jenama ini mengatakan, prioritas mereka adalah memastikan para karyawan di McDonald's Rusia terus mendapatkan gaji hingga semua transaksi dihentikan dan mereka akan dipekerjakan oleh buyer potensial.

"Kami sangat bangga terhadap 62.000 karyawan yang bekerja di restoran kami, bersama ratusan pemasok Rusia yang mendukung bisnis kami dan waralaba lokal kami. Dedikasi dan kesetiaan mereka terhadap McDonald's membuat pengumuman ini sangat sulit," kata Presiden dan Chief Executif Officer McDonald's Chris Kempczinski dalam pernyataan.

Jaringan restoran siap saji yang dikenal lewat burger ini mewakili ketegangan Perang Dunia yang telah mencair dan jadi cara mencicipi makanan Barat, meski harga sebuah burger beberapa kali lebih mahal dibandingkan anggaran harian banyak penduduk, dikutip dari Reuters.

 Baca Juga: Patut Dicoba! Ini 5 Tips Berkendara Agar Irit Bensin

"Sebagian mungkin berargumen menyediakan akses makanan dan terus mempekerjakan puluhan ribu masyarakat adalah hal yang benar," kata dia dalam surat terhadap karyawan. "Tapi tak mungkin mengabaikan krisis kemanusiaan yang disebabkan perang di Ukraina."

Halaman:

Editor: Nur Fitriyani

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KKP Catat 86 Kapal Ilegal Ditangkap Sepanjang 2022

Senin, 8 Agustus 2022 | 14:32 WIB

idEA: 11 Juta UKM Gabung E-Commerce

Rabu, 3 Agustus 2022 | 16:36 WIB

Dolar AS Terus Melemah terhadap Mata Uang Lain

Jumat, 29 Juli 2022 | 06:09 WIB
X