Saham Turun Saat Kinerja Positif E-Commerce, Ini Penjelasan GoTo

- Kamis, 8 Desember 2022 | 21:45 WIB
Grafik saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang terlihat di monitor Bursa Efek Indonesia (BEI). (GoTo)
Grafik saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang terlihat di monitor Bursa Efek Indonesia (BEI). (GoTo)

bicaranetwork.com - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjelaskan beberapa hal yang menyebabkan harga saham mereka mengalami fluktuasi di tengah kinerja perusahaan e-commerce yang membukukan hasil positif.

"Dipengaruhi oleh berbagai faktor, namun tidak terbatas pada kondisi makro ekonomi, pasar modal, kompetisi, dan kinerja perusahaan,” ujar Presiden Grup GoTo, Patrick Cao terkait kondisi saham GoTo, saat Public Expose Insidentil pada Kamis melalui siaran pers.

GoTo menjelaskan, dari sisi kinerja perusahaan, GOTO merealisasikan seluruh targetnya terutama dalam rangka percepatan mencapai profitabilitas. Pada laporan keuangan kuartal ketiga 2022, misalnya, Gross Transaction Value (GTV) kuartalan mereka tumbuh 33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year), mencapai Rp161 triliun.

Baca Juga: BMKG Sebut Curah Hujan Indonesia Masuk 3 Besar Dunia, Apa Artinya?

Pendapatan bruto kuartalan Grup tumbuh 30 persen year-on-year mencapai Rp5,9 triliun. Per segmen bisnis, GTV On-Demand Services mencapai Rp15,7 triliun pada kuartal ketiga 2022, tumbuh 24 persen year-on-year.

GTV E-Commerce Perseroan tumbuh sebesar 15 persen year-on-year pada kuartal ketiga menjadi Rp69,9 triliun. Lalu GTV Financial Technology Services mencatatkan pertumbuhan yang baik pada kuartal ketiga sebesar 78 persen year-on-year menjadi Rp97,1 triliun.

Meski begitu, Patrick mengakui positifnya kinerja fundamental tersebut belum terefleksikan dalam pergerakan harga saham. Hal tersebut merupakan situasi yang di luar kontrol manajemen GOTO, serta imbas berakhirnya periode lock-up yang membuat terjadinya kenaikan jumlah saham yang beredar di pasar.

Baca Juga: FIFA Denda Kroasia Rp830 Juta Akibat Ulah Suporter di Piala Dunia

”Mengakibatkan peningkatan transaksi jual beli saham. Hal ini dapat dikarenakan oleh beberapa hal, antara lain investor awal yang masuk di harga saham yang lebih rendah yang merealisasikan keuntungan,” terusnya.

Patrick melanjutkan, terjadi juga berakhirnya masa investasi atau fund life untuk investor finansial. Ditambah lagi dengan siklus kebutuhan likuiditas di akhir tahun atau kebutuhan likuiditas lainnya.

Halaman:

Editor: Muhammad Rodhi

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini 5 Program Strategis Mind ID

Senin, 6 Februari 2023 | 22:05 WIB

LRT Jabodebek Beroperasi Pertengahan Tahun Ini?

Jumat, 3 Februari 2023 | 15:04 WIB

BUMDes Harus Selamatkan Aset Budaya Desa

Jumat, 3 Februari 2023 | 06:29 WIB

Info Harga Emas Antam Hari Ini, Senin 30 Januari 2023

Senin, 30 Januari 2023 | 09:37 WIB

Harga Emas Batangan Antam Turun Rp5.000 Hari Ini

Jumat, 27 Januari 2023 | 10:01 WIB
X