• Minggu, 14 Agustus 2022

Suku Asmat dengan Segudang Bakat Terpendam

- Jumat, 1 Juli 2022 | 21:17 WIB
Potret seorang mamak yang mengeramasi ampas sagu di hutan belakang Kampung Damen, Kabupaten Asmat, Papua (22/6/2022). (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)
Potret seorang mamak yang mengeramasi ampas sagu di hutan belakang Kampung Damen, Kabupaten Asmat, Papua (22/6/2022). (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

bicaranetwork.com - Berbicara tentang Suku Asmat, semua orang pasti akan tertuju pada keahliannya mengukir kayu secara mendetail nan rapih. Katanya, mereka mengukir berdasarkan bisikan-bisikan suara leluhur yang dipanggil ‘roh agung’ bercerita.

Semua ukiran tersebut akan dibuat dalam waktu yang cepat. Uniknya, tidak ada satu pun ukiran yang sama, bahkan warna-warna yang digunakan saat mempercantik setiap garis dalam ukiran tersebut.

Bila kita berselancar di internet, banyak sumber menyebutkan mereka sebagai pengukir hebat. Namun Ibu Pertiwi seringkali lupa, sebutan itu tak cukup karena Asmat punya segudang bakat terpendam.

 Baca Juga: ‘Ageless Beauty’ perawatan untuk atasi kerutan dan garis halus di wajah

Hidup di daerah yang dikepung oleh rawa dan sungai yang panjang, membuat tubuh mereka mempunyai kulit yang lebih eksotis dengan tinggi badan menjulang serta kekar layaknya model di Ibu Kota. Inilah bakat pertama lainnya yang mereka miliki.

Anak Asmat tumbuh bersama air, mereka senang menghabiskan waktu untuk berenang dalam waktu yang cukup lama bersama teman-temannya.

Dengan tubuh itu, mereka mampu menjadi layaknya perenang handal dan sanggup berenang melintasi jarak antar tepi rawa dengan daerah tempat tinggalnya yang lebih dari 80 meter setiap harinya.

 Baca Juga: Ini Keunggulan ‘Powder Sunscreen’, Berikut Cara Pakai Yang Benar

Selain mampu bertahan di air dalam waktu yang lama, air sungai yang berwarna cokelat pun tak menjadi halangan bagi mereka untuk menangkap udang dan ikan dalam jumlah yang banyak.

Halaman:

Editor: Nur Fitriyani

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X