• Kamis, 6 Oktober 2022

WHO Sebut Keberlanjutan Penularan Akibatkan Cacar Monyet Pindah ke Kelompok Berisiko

- Kamis, 30 Juni 2022 | 23:30 WIB
Ilustrasi - Cacar monyet. (Sutterstock)
Ilustrasi - Cacar monyet. (Sutterstock)

bicaranetwork.com - Berlanjutnya penularan cacar monyet di seluruh dunia dinilat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dapat membuat virus mulai berpindah ke kelompok berisiko tinggi, seperti perempuan hamil, orang dengan gangguan kekebalan tubuh, dan anak-anak.

"Saya khawatir tentang penularan (cacar monyet) yang berkelanjutan karena itu akan menunjukkan bahwa virus itu membangun diri dan dapat berpindah ke kelompok berisiko tinggi termasuk anak-anak, orang dengan gangguan kekebalan, dan perempuan hamil," ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam pengarahan daring dari Jenewa, Rabu, seperti dilansir Reuters.

Di samping itu, WHO sedang menyelidiki laporan anak-anak yang terinfeksi virus cacar monyet, termasuk dua kasus di Inggris, serta menindaklanjuti laporan di Spanyol dan Prancis. Tak satu pun dari kasus pada anak-anak yang parah.

Baca Juga: Tundukkan Petenis Australia, Ambisi Novak Djokovic atas Gelar Wimbledon Kian Mulus

Virus tersebut kini telah diidentifikasi di lebih dari 50 negara baru di luar negara-negara di Afrika yang menjadi endemiknya.

Kasus-kasus juga meningkat di negara-negara itu, kata WHO, yang menyerukan agar pengujian ditingkatkan.

Sejak mulai mewabah pada Mei lalu, terdapat lebih dari 3.400 kasus cacar monyet dan satu kematian.

Baca Juga: Atasi Inflasi Malaysia, PM Ismail Sabri Yakoob Bentuk Satgas Khusus

Sebagian besar kasus dilaporkan Eropa, antara lain pria yang berhubungan seks dengan pria, menurut hitungan WHO.

Halaman:

Editor: Muhammad Rodhi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

WHO Uji Laboratorium COVID-19 di Indonesia

Jumat, 30 September 2022 | 14:21 WIB

Dokter: Ibu Hamil Wajib Jaga Kadar Gula Darah

Rabu, 28 September 2022 | 17:45 WIB

BRIN: Foto Toraks dan TCM Bantu Temukan Tuberkulosis

Rabu, 28 September 2022 | 17:28 WIB

Pakar: 60 Persen Wilayah Indonesia Endemis Rabies

Rabu, 28 September 2022 | 17:18 WIB

Asupan Gizi Seimbang dan Aman Kunci Tumbuh Kembang Anak

Selasa, 27 September 2022 | 20:59 WIB
X