• Minggu, 14 Agustus 2022

YLKI Sebut Dominasi Pengaduan Konsumen dari Jasa Keuangan

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 21:46 WIB
Ketua Bidang Pengaduan dan Hukum YLKI Sularsi dalam webinar bertajuk Penguatan Literasi Keuangan Digital dan Problematika Yang Dihadapi oleh goodmoneyID di Jakarta, Jumat. (ANTARA/ Muhammad Heriyanto)
Ketua Bidang Pengaduan dan Hukum YLKI Sularsi dalam webinar bertajuk Penguatan Literasi Keuangan Digital dan Problematika Yang Dihadapi oleh goodmoneyID di Jakarta, Jumat. (ANTARA/ Muhammad Heriyanto)

bicaranetwork.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) merilis pengaduan konsumen didominasi dari sektor jasa keuangan yang mencapai 49,6 persen dari total pengaduan yang masuk.

“Masih sangat tinggi sekali pengaduan (konsumen) jasa keuangan, maka perlu adanya suatu literasi,” kata Ketua Bidang Pengaduan dan Hukum YLKI Sularsi dalam webinar bertajuk Penguatan Literasi Keuangan Digital dan Problematika Yang Dihadapi oleh goodmoneyID di Jakarta, Jumat.

YLKI mengatakan pengaduan konsumen jasa keuangan ini meliputi pinjaman online (pinjol) sebesar 22,4 persen, belanja online sebesar 16,6 persen, perbankan sebesar 15,9 persen, leasing sebesar 6,0 persen, uang elektronik sebesar 3,2 persen dan asuransi sebesar 1,5 persen.

Baca Juga: AS Kunjungi Taiwan, China Batalkan 8 Poin Kerja Sama

Ia mengatakan banyaknya pengaduan dalam ranah pinjol disebabkan lebih banyaknya jumlah pinjol ilegal dibandingkan pinjol legal yang transaksinya tidak terpantau oleh pihak yang berwenang. Tercatat hanya ada 149 platform pinjol yang terdaftar atau berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan sisanya sebanyak 3.193 adalah pinjol ilegal.

Sedangkan, menurutnya pengaduan ranah perbankan kebanyakan terkait restrukturisasi pinjaman, cara penagihan, pembobolan, administrasi, keringanan pembayaran hingga penipuan.

“Banyak ditawarin pinjaman, konsumen tidak mampu akhirnya menjadi suatu debt, itu yang sering diadukan” ujar Sularsi.

Baca Juga: PB IDI Sebut Spesimen Lesi Kulit Penentu Cacar Monyet

Selain itu, Sulastri menyebut meningkatnya pengaduan konsumen dari jasa keuangan seiring dengan meningkatnya transaksi keuangan digital di tanah air. Dengan itu, menurutnya, seiring meningkatnya inklusi keuangan digital perlu dibarengi meningkatnya perlindungan data pribadi nasabah.

Halaman:

Editor: Muhammad Rodhi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Satgas Catat Tambahan 5.104 Kasus COVID-19 Hari Ini

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 19:07 WIB

Gerindra dan PKB Tandatangani Koalisi Pilpres 2024

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 17:46 WIB

Bupati Pemalang Ditangkap KPK

Jumat, 12 Agustus 2022 | 07:02 WIB

Indonesia-Arab Saudi Sepakati Integrasi Sistem PMI

Kamis, 11 Agustus 2022 | 17:35 WIB
X