• Kamis, 6 Oktober 2022

WNA Rusia Dideportasi Imigrasi Mataram NTB, Ini Penyebabnya

- Selasa, 9 Agustus 2022 | 17:12 WIB
Petugas imigrasi memeriksa persiapan administrasi pria asal Rusia, berinisial KK (kiri) sebelum akhirnya menjalankan sanksi deportasi ke negara asalnya di Kantor Imigrasi Mataram, NTB, Selasa (9/8/2022). (Imigrasi Mataram)
Petugas imigrasi memeriksa persiapan administrasi pria asal Rusia, berinisial KK (kiri) sebelum akhirnya menjalankan sanksi deportasi ke negara asalnya di Kantor Imigrasi Mataram, NTB, Selasa (9/8/2022). (Imigrasi Mataram)

bicaranetwork.com - Petugas Kantor Imigrasi Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendeportasi seorang pria warga negara asing (WNA) asal Rusia berinisial KK (27) karena membahayakan dan mengganggu ketertiban umum.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi Teknologi dan Informasi Keimigrasian Mataram I Made Surya Artha di Mataram, Selasa, menjelaskan alasan pendeportasian karena perilaku WNA Rusia tersebut ketika berada di Gili Trawangan membahayakan keamanan dan ketertiban umum.

"Kami, Imigrasi Indonesia menganut kebijakan selektif. Di mana hanya orang asing yang memberikan manfaat serta tidak membahayakan keamanan dan ketertiban umum diperbolehkan masuk dan berada di Indonesia sehingga apabila ada orang asing yang membuat keonaran seperti kasus KK (WNA Rusia) ini, maka tidak layak dibiarkan berada di negara kita," kata Imigrasi Mataram NTB.

Baca Juga: Negara ASEAN Peringati ASEAN Day ke-55 di Sri Lanka

Dia menjelaskan keputusan Kantor Imigrasi mendeportasi KK sudah sesuai dengan standar prosedur penanganan. Hal itu berdasar pada implementasi aturan Undang-Undang Nomor 6/2011 tentang Keimigrasian.

"Karena perilaku dia yang membahayakan keamanan dan ketertiban umum, maka KK kami kenakan Pasal 75 ayat 1 Undang-Undang Nomor 6/2011 tentang Keimigrasian. Kepada dia, dikenakan tindakan administrasi keimigrasian berupa deportasi," ucapnya.

Meskipun melanggar aturan, kata dia, penanganan kasus KK tuntas hanya sampai proses pendampingan deportasi di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, pada Selasa (9/8) dini hari, Made Surya meyakinkan bahwa pihaknya tetap mengedepankan sikap humanis.

Baca Juga: BBPOM Temukan Kosmetik Ilegal di Jakarta Senilai Rp900 Juta Selama Juli

Pada 21 Juli 2022, pria asal Rusia tersebut diamankan petugas kepolisian di kawasan Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, karena sempat membuat resah warga dan wisatawan lain yang sedang menikmati liburan di kawasan Gili Trawangan.

Halaman:

Editor: Muhammad Rodhi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jasa Marga Lanjutkan Perbaikan Tol Jakarta-Cikampek

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 12:53 WIB

BMKG Catat 53 Gempa Susulan di Tapanuli Utara Sumut

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 12:41 WIB

Seorang Anak di NTT Meninggal Usai Digigit Anjing Rabies

Jumat, 30 September 2022 | 14:11 WIB

KPK Periksa Sejumlah Saksi Kasus Suap Unila

Kamis, 29 September 2022 | 14:45 WIB

KPK Segera Kirim Surat Panggilan Lukas Enembe Lagi

Kamis, 29 September 2022 | 14:41 WIB

Ternyata Ini Sumber Ledakan di Aspol Sukoharjo

Senin, 26 September 2022 | 08:13 WIB

Jabar, Jatim dan Banten Paling Diminati Pencari Properti

Kamis, 22 September 2022 | 14:14 WIB
X