• Kamis, 8 Desember 2022

KPK Segera Kirim Surat Panggilan Lukas Enembe Lagi

- Kamis, 29 September 2022 | 14:41 WIB
Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri. (ANTARA/Benardy Ferdiansyah)
Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri. (ANTARA/Benardy Ferdiansyah)

bicaranetwork.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengirimkan kembali surat panggilan kepada Gubernur Papua Lukas Enembe untuk diperiksa sebagai tersangka.

"Sejauh ini, kami akan segera kirimkan kembali surat panggilan kedua (Lukas Enembe) sebagai tersangka," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri di Jakarta, Kamis.

Kendati demikian, KPK belum menginformasikan lebih lanjut mengenai waktu pemanggilan dari surat panggilan Lukas Enembe tersebut.

Baca Juga: Pakar: 60 Persen Wilayah Indonesia Endemis Rabies

"Mengenai waktu pemanggilannya kami akan informasikan lebih lanjut," ucap Ali.

KPK mengharapkan Lukas Enembe nantinya dapat memenuhi panggilan tersebut.

"Kami berharap kesempatan kedua bagi tersangka ini, nantinya dapat kooperatif hadir memenuhi panggilan," ujarnya.

Sementara soal permohonan Lukas Enembe yang meminta izin berobat ke Singapura, KPK mempersilakan yang bersangkutan untuk hadir terlebih dahulu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Baca Juga: Guru Besar: ASI Ibu Penderita Anemia Hasilkan Antibodi Rendah

"Untuk objektivitas, kami lakukan asesmen langsung oleh tim dokter independen dari PB IDI (Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia). Bila dokter pribadi tersangka ikut dalam tim juga kami persilakan," ucap Ali.

Sebelumnya, KPK telah memanggil Lukas Enembe untuk diperiksa sebagai tersangka di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (26/9). Namun, ia tidak memenuhi panggilan dengan alasan masih sakit.

KPK telah menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pekerjaan atau proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Papua.

Baca Juga: BRIN: Foto Toraks dan TCM Bantu Temukan Tuberkulosis

KPK belum mengumumkan secara resmi soal status tersangka Lukas Enembe. Adapun, untuk publikasi konstruksi perkara dan pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka akan dilakukan pada saat telah dilakukan upaya paksa baik penangkapan maupun penahanan terhadap tersangka.***

Editor: Muhammad Rodhi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gempa Terkini, Sukabumi Diguncang Gempa Magnitudo 5,8

Kamis, 8 Desember 2022 | 08:33 WIB

BMKG Catat 40 Gempa Susulan di Jember

Selasa, 6 Desember 2022 | 21:09 WIB
X