• Kamis, 6 Oktober 2022

Agama Sepakbola, Kante, Mo Salah, Balotelli, Hingga Ronaldo

- Rabu, 8 Desember 2021 | 13:36 WIB
N'golo Kante  (IG @nglkante)
N'golo Kante (IG @nglkante)

Di dunia yang kini begitu mudah orang meluapkan amarah dan benci, di sepak bola ada sosok Kante yang hampir semua orang sepakat, tak ada alasan apa pun bagi orang untuk membencinya.

Ironisnya, orang itu datang dari sepak bola, tempat di mana kompetisi penuh emosi bergulir tanpa henti. Sosok itu adalah N'golo Kante, the nicest person in football.

Bahkan, Anda yang tidak menyukai sepak bola, pasti akan mencintai Kante.

Kehidupan Kante yang semasa kecil begitu keras dan sempat menjadi pemulung, menginspirasi jutaan anak-anak di seluruh dunia, agar tidak putus harapan, semiskin dan sesusah apa pun situasi.

Baca Juga: Beasiswa Ajinomoto Buka Lagi Program S2 di 7 Kampus Kuliah di Jepang

Kante juga menjadi salah satu dari sangat sedikit pemain yang bergelar sarjana. (Saya pernah menyusun tulisan panjang tentang Kante di sini)

Di sepak bola, juga ada Mo Salah, yang dari kehebatannya menggocek bola, serta perilaku sopannya di luar lapangan dan jauh dari kehidupan glamour; menarik begitu banyak orang mempelajari Islam.

Salah adalah "pendakwah" modern, tanpa kata-kata, namun berhasil membelalakkan mata manusia se-Dunia: bahwa Islam itu mendamaikan, mendatangkan kegembiraan.

Mario Balotelli mungkin akan selalu dianggap sebagai "bad boy" di dalam dan di luar lapangan. Tapi, siapa menduga, dia bisa mengajak gelandangan-gelandangan menginap di hotel, sekedar merayakan Natal yang berbeda.

Menyumbang begitu banyak uang pribadinya, untuk perawatan anjing-anjing jalanan.

Baca Juga: Indonesia Batalkan Keberangkatan ke Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di Spanyol

Lalu ada Cristiano Ronaldo yang begitu dicintai sekaligus dibenci. Kehidupan mewahnya memang terekspos begitu vulgar.

Tapi, fakta bahwa ia telah menyumbangkan jutaan euro uang pribadinya (bukan dari pengumpulan dana yayasan yang cuma jualan nama besar lho) ke tempat penampungan dan rumah sakit, serta kaus dan sepatu emasnya untuk acara amal. Ia pernah mendanai perawatan medis 370 korban kebakaran dari uangnya sendiri.

Sementara agama telah menjadi "penyebab" begitu banyak kebencian, pertikaian, hingga peperangan selama berabad-abad; sepak bola kini justru berhasil mengambil-alih fungsi utama agama itu sendiri.

Saban Sabtu, saatnya kita "beribadah" sepakbola, kawan. Mari menjadi sehat dan bergembira!***

Editor: Hasan Aspahani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X