• Kamis, 6 Oktober 2022

Di Singapura ada kedai kopi Killiney, 109 Tahun dipertahankan seperti semula

- Rabu, 15 Desember 2021 | 11:54 WIB
Kopitiam alias kedai kopi Killiney tak berubah sejak 109 tahun lalu.   (Sultan Yohana)
Kopitiam alias kedai kopi Killiney tak berubah sejak 109 tahun lalu. (Sultan Yohana)

Pengantar: Duduk di kedai Kopi Killiney, di jalan bernama serupa di Singapura, penulis kita Sultan Yohana membayangkan situasi di tempat yang sama 109 tahun lalu.

Ya, kedai kopi itu berusia setua itu dan tetap dipertahankan seperti semula.

Dari kedai kopi Killiney ini Sultan mengajak kita berpikir ulang tentang pembangunan dan wisata. Tak semua harus dibangun ulang, diubah, dan tak selalu masa lalu harus ditinggalkan. Masa lalu justru bisa jadi aset tak ternilai dan perlu dipertahankan.

Baca Juga: Terjadi 267 kali gempa susulan di Laut Flores

Killeney, Kedai Kopi Berusia 109 Tahun itu

Saya membayangkan sedang duduk di kedai kopi Killiney ini, 102 tahun silam. Duduk nyante di kursi kayu di teras warung, di depan saya, di atas meja marmer persegi: terhidang secangkir kopi dan roti panggang rasa kaya.

Dua butir telur setengah matang, telah tandas saya sikat, menyisakan mangkuknya yang masih diurapi sisa lendir-lendir putih telurnya.

Kudapan khas Singapura: kopi, dua biji telur setengah matang, dan roti panggang isi kaya-mentega. Yang hingga kini masih sama digemari, dimakan siang-malam, apa pun keadaan.

Baca Juga: Contoh cerpen terbaik Laura E. Richards - Kucing yang Sabar (1881)

Jalan Killeney, 102 tahun silam, pasti tak sepadat sekarang. Seabad silam, jalan ini mungkin didominasi lalu-lalang tuan-tuan penjajah, atau buruh angkut China daratan.

Ada becak, gerobak dorong, noni-noni bertopi lebar, juga abang bergigi rompal dari Bawean yang duduk di pojok jalan sambil mengisap tembakau kesayangan.

Juga satu-dua mobil milik pejabat penjajah. Saya membayangkan semua itu, 102 tahun kemudian, saat ngopi di sana, Jumat (19/11).

Baca Juga: 9 kutipan tentang senyum yang bisa jadi alasan kita tersenyum hari ini!

Berada beberapa puluh meter dari Orchar Road, tepatnya Killeney Road. Kedai itu, yang luasnya tak lebih dari tiga meter, pasti selalu ramai oleh pelanggannya. Terlalu ramai mungkin, padat berdesakan di warung yang kecil itu.

Tapi, siapa menduga, warung itu, kini masih ada. Warung yang masih dibiarkan kecil, sederhana, apa adanya. Warung yang telah menghasilkan jaringan waralaba Killiney Kopitiam, yang menggurita seantero Singapura, bahkan Asia.

Warung yang telah menjadikan pemiliknya, Woon Tek Seng, salah satu orang terkaya di Singapura.

Halaman:

Editor: Hasan Aspahani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X