Dua puisi tentang seorang keponakan yang lucu dan Ibu yang sudah lama pergi

- Kamis, 23 Desember 2021 | 19:10 WIB
Ilustrasi puisi tentang keponakan yang lucu. (Pexen Design dari Pexels)
Ilustrasi puisi tentang keponakan yang lucu. (Pexen Design dari Pexels)

Pengarang Adeela - puisi Hasan Aspahani

DENGAN ponsel mamanya
Adeela menelepon pamannya.

"Paman, aku baru selesai
menulis satu buku cerita,"
lalu dia bacakan ceritanya.

Tentang seorang anak seumur dia
yang menandai tanggal pada kalender,
tak sabar menunggu
hari ketika kursus baletnya dimulai.

Baca Juga: Contoh cerpen terbaik Louisa May Alcott - Kisah Kesengsaraan Seorang Sepupu (1868 )

Ada gambar ilustrasi
yang ia buat sendiri
menyertai huruf-huruf kecil yang besar.

Gambar seorang anak  segirang dia
menari balet di hari pertamanya.

"Apa pendapatmu, Paman?"
tanya Adeela pada pamannya.

"Nanti kamu akan jadi
penari balet yang hebat sekali,
tapi kamu sudah jadi pengarang cerita
yang sangat paman sukai," kata pamannya.

Baca Juga: Contoh cerpen terbaik Laura E. Richards - Kucing yang Sabar (1881)

Adeela dan adiknya Alma
lalu merayakannya
dengan konten lucu
di reel IG mamanya.

2021


Lihat, Bu, Aku Tak Menangis Lagi, Kan?  - puisi Hasan Aspahani

IBUKU adalah santan matang,
dan aroma khamir, uap daun pisang,
dan asap kayu api.

Ibuku adalah airmata hanta,
dan belanai penampung hujan,
tongkat ulin dan atap sirap.

Baca Juga: Contoh cerpen terbaik Anton Chekov - Pondok di Pedesaan (1885)

Ibuku adalah denting pagi
dan dendang petang,
cerlang embun di ujung handayang.

Ibuku adalah tilai kelambu
dan gorden putih pecah,  
sofa beludru, dan lagu kasidah.

Ibuku menguntal sahang,
berpupur bangkal, dia memakai
tengkuluk tapih bahalai.

Ibuku tersenyum ketika
terakhir kali jantung dan paru-parunya
membisikkan sesuatu padanya.

2021

 

 

Editor: Hasan Aspahani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Januari - puisi Joko Pinurbo

Rabu, 5 Januari 2022 | 08:23 WIB

Kapal Nuh - puisi Subagio Sastrowardoyo

Selasa, 4 Januari 2022 | 05:33 WIB

Kabut dalam Hujan Januari - puisi Taufiq Ismail

Senin, 3 Januari 2022 | 05:00 WIB

Dari Rembang ke Rembang - puisi Abdul Hadi WM

Minggu, 2 Januari 2022 | 05:00 WIB

Beberapa Jam Sebelum 2022 - puisi Hasan Aspahani

Sabtu, 1 Januari 2022 | 07:39 WIB

Tobat - puisi Rendra

Sabtu, 1 Januari 2022 | 07:31 WIB

Justru pada akhir tahun - puisi Rendra

Jumat, 31 Desember 2021 | 18:50 WIB

Pantun dan arti pepatah: lonjak bagai labu dibenam

Sabtu, 25 Desember 2021 | 08:46 WIB

Nyanyian Sukma - Puisi Indah Kahlil Gibran

Kamis, 23 Desember 2021 | 09:07 WIB

Renungan perihal waktu - puisi Kahlil Gibran

Senin, 20 Desember 2021 | 15:58 WIB
X