• Minggu, 14 Agustus 2022

Tertelan Benda Asing Dominasi Kasus Kegawatdaruratan Anak

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 20:08 WIB
Ilustrasi anak makan. (Pixabay/avitalchn)
Ilustrasi anak makan. (Pixabay/avitalchn)

bicaranetwork.com - Benda asing yang tertelan tanpa disengaja menjadi kasus paling banyak yang terjadi sebesar 80 persen dalam masalah kegawatdaruratan pada anak-anak.

Koin, mainan, magnet, dan baterai adalah benda asing atau dalam istilah medisnya Corpus Alienum yang paling sering tertelan oleh anak-anak. Sedangkan pada orang dewasa, benda asing yang tertelan biasanya terjadi pada saat makan, seperti tulang dan gumpalan daging.

Berdasarkan studi, 80-90 persen benda asing yang tertelan, termasuk oleh anak-anak, akan keluar dengan sendirinya melalui saluran cerna dan sedikit kasus yang butuh tindakan operasi.

Baca Juga: Di Forum PBB, Indonesia Galang Dukungan bagi Usulan Kapal Selam Nuklir

Namun, beberapa benda asing menjadi berbahaya apabila menyumbat saluran yang lebih kecil, seperti saluran kerongkongan, apalagi pada anak-anak. Atau bila bendanya tajam bisa menyebabkan luka dan perdarahan. Sehingga, penting untuk orang tua ketahui kapan harus segera mencari pertolongan medis.

Endoskopi, prosedur medis yang dilakukan dengan memasukkan alat berbentuk selang yang dilengkapi dengan kamera dan senter pada bagian ujungnya, untuk melihat organ bagian dalam bisa dilakukan untuk membantu menangani kasus anak yang tak sengaja menelan benda asing.

"Tindakan endoskopi sendiri sebetulnya cepat untuk dilakukan, namun pasien dalam hal ini anak-anak atau balita harus kita persiapkan supaya tidak menjadi traumatis dan sekaligus memudahkan dokter dalam melakukan prosedurnya," kata Dr. Nuraini Irma Susanti, Sp.A(K), Spesialis Anak Konsultan Hati dan Saluran Cerna (Gastroenterohepatologi) Mayapada Hospital Jakarta Selatan.

Baca Juga: Cegah Pelecehan Seksual, TransJakarta Bakal Pasang CCTV Identifikasi Wajah

Dr. Amalia Evianti Sp.Rad(K), Konsultan Radiologi Anak mengatakan bahwa pasien anak memerlukan perlakuan khusus supaya mereka bisa tenang dan rileks sebelum pemeriksaan supaya kita mendapatkan gambar yang bagus. Jadi penegakan diagnosisnya bisa optimal.

Halaman:

Editor: Muhammad Rodhi

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X